Setelah kita tahu apa itu Hotwheels, penting bagi kita untuk menentukan kita sebagai Kolektor atau sebagai Kolekdol (sebutan untuk kolektor yang melakukan jual beli diecast).
Saya sendiri pertama kali terjun ke Dunia Per-Diecast-an sejak akhir November 2018. Tidak ada kata terlambat untuk sukses di bidang ini. Anda baru mulai? jangan Down, karena saya juga baru mulai menekuni bisnis ini.
Bagaimana bisa sukses bermain, koleksi sekaligus jualan Hotwheels? Begini caranya :
1. Buka Lapak (Toko)
Tentu saja untuk berjualan kita memerlukan sarana untuk jualan. Bisa membuka toko offline yang tentunya membutuhkan biaya lebih besar atau membuka toko on-line. Jika kita baru mulai coba-coba berjualan sebaiknya secara on-line, karena selain lebih mudah dan murah juga bisa menjangkau banyak pelanggan. Jika kita mau berjualan di berbagai media online, usahakan nama tokonya tetap sama supaya pembeli/pelanggan dapat mengingat lebih mudah. Ada beberapa cara seperti:
- Membuka lapak di website on-line webstore terkenal seperti tokobagus.com dan tokopedia.com. Tanpa bermaksud mengecilkan web store lainnya, tetapi 2 website inilah yang paling banyak dikenal luas dan memiliki promosi yang gencar. Selain itu untuk menjadi anggotanya juga cukup mudah dan gratis kecuali kita memerlukan fitur tambahan yang berbayar. Yang perlu diperhatikan adalah aturan main supaya produk atau toko kita tidak ditutup (banned).
- Membuka lapak di forum seperti FJB Kaskus (Forum Jual Beli) juga dapat menaikkan rating toko, asal tahan dengan peraturan dan seringnya kita harus menyundul thread lapak. Karena jika tidak sering disundul (up) lapak kita akan tergusur posisinya dari halaman-halaman awal (page one) oleh lapak lainnya. Berhati-hatilah jangan sampai tertipu oleh buyer fiktif. Kaskus menyediakan sarana rekber (rekening bersama) untuk keamanan bertransaksi.
- Membuka lapak di media sosial seperti Facebook juga menjadi sarana yang ampuh untuk berjualan. Buatlah album foto tersendiri yang khusus untuk menjual diecast. Terlebih lagi dengan media seperti FB akan banyak sekali calon pembeli yang melihat. Jangan lupa untuk bergabung dengan grup-grup diecast untuk mempercepat promosi toko dan jualan. Jagalah reputasi sebaik-baiknya ! (akan dibahas lebih lanjut di poin berikutnya).
2. Hunting Diecast dan Supplier
Langkah berikutnya adalah mencari diecast dan sumber diecastnya (suplier). Hunting diecast bisa gampang-gampang susah (butuh usaha, doa, dan keberuntungan). Jika di kota-kota besar mungkin lebih mudah dikarenakan banyaknya mall dan toko mainan. Untuk diecast Hot Wheels malah bisa lebih luas lagi mendapatkannya karena dijual juga di toko Indomaret.
Langkah berikutnya adalah mencari diecast dan sumber diecastnya (suplier). Hunting diecast bisa gampang-gampang susah (butuh usaha, doa, dan keberuntungan). Jika di kota-kota besar mungkin lebih mudah dikarenakan banyaknya mall dan toko mainan. Untuk diecast Hot Wheels malah bisa lebih luas lagi mendapatkannya karena dijual juga di toko Indomaret.
Jangan sungkan untuk berkeliling ke pasar atau toko-toko mainan di sudut kota, siapa tahu berjodoh menemukan diecast antik dan langka dengan harga murah. Sebagai contoh kalau di Jakarta yang cukup terkenal seperti di Pasar Gembrong dan Asemka. Sedangkan jika ingin mengambil barang impor usahakan punya karu kredit dan akun paypal sehingga bisa melakukan transaksi sendiri. Website seperi Ebay, Rakuten, JHL (Japan Hobby Link) bisa dijadikan contoh referensi dalam memburu diecast. Atau patungan dengan sesama diecaster untuk mengurangi beban ongkos kirim dari luar negeri. Untuk mencari supplier langsung memang dibutuhkan modal lebih banyak dan referensi.
Mungkin dengan bertanya ke teman-teman seller diecaster atau menghadiri pameran mainan. Biasanya suplier diecast juga membuka stand di pameran. Banyak-banyaklah bersosialisasi di media online atau di acara gathering untuk menambah informasi bagaima cara meng-hunting diecast, karena kunci lain dalam berburu diecast adalah insting untuk mencari "hot items" atau item-item yang sedang dan akan diburu para kolektor diecast. Seperti contoh Hot Wheels Honda Civic, Ecto-1, Matchbox TLC (Toyota Hardtop), Jada Toys Mitsubishi Lan Evo dan yang lainnya. Sehingga keuntungannya berlipat ganda dari harga belinya :D
3. Sabar, Ulet dan Eksis
Butuh kesabaran dan keuletan untuk berbisnis diecast. Bersabar jika lapak belum laku padahal lapak tetangga sudah habis hehehe. Sabar melayani pembeli/pelanggan yang kadang suka aneh dan nyentrik serta tidak cepat putus asa. Setiap seller pasti berkeinginan begitu item di posting bisa langsung terjual habis (sold out) supaya modalnya bisa diputar kembali. Jika tenyata belum terjual juga bersabarlah karena kadang kala bisa muncul rasa frustasi juga yang akhirnya berani untuk Jual Rugi itemnya. Kita juga harus ulet mencari diecast dan melayani pelanggan serta mengupdate item yang dijual. Terlebih lagi jika kita memasang di berbagai situs website seperti di contoh nomor 1. Jangan sampai item yang sudah terjual masih "nangkring" / didisplay sehingga mengecewakan calon pembeli. Supaya lapak semakin eksis, tentu penjualnya juga harus ikutan eksis. Baik di eksis media sosial, forum atau acara offline seperti gathering (SM). Selain menambah jejaring juga menambah wawasan perkembangan diecast yang sedang "hot" (banyak diburu).
Butuh kesabaran dan keuletan untuk berbisnis diecast. Bersabar jika lapak belum laku padahal lapak tetangga sudah habis hehehe. Sabar melayani pembeli/pelanggan yang kadang suka aneh dan nyentrik serta tidak cepat putus asa. Setiap seller pasti berkeinginan begitu item di posting bisa langsung terjual habis (sold out) supaya modalnya bisa diputar kembali. Jika tenyata belum terjual juga bersabarlah karena kadang kala bisa muncul rasa frustasi juga yang akhirnya berani untuk Jual Rugi itemnya. Kita juga harus ulet mencari diecast dan melayani pelanggan serta mengupdate item yang dijual. Terlebih lagi jika kita memasang di berbagai situs website seperti di contoh nomor 1. Jangan sampai item yang sudah terjual masih "nangkring" / didisplay sehingga mengecewakan calon pembeli. Supaya lapak semakin eksis, tentu penjualnya juga harus ikutan eksis. Baik di eksis media sosial, forum atau acara offline seperti gathering (SM). Selain menambah jejaring juga menambah wawasan perkembangan diecast yang sedang "hot" (banyak diburu).
4. Aturan Main JualanAturan main disini adalah tipe jualan yang akan dilakukan oleh seller. Apakah jual langsung, membuka sistem lelang, pre-order terlebih dahulu dan yang lainnya. Mungkin yang paling banyak dijumpai adalah jual langsung dan sistem lelang. Untuk jual langsung jika kita buka lapak di webstore seperti Tokobagus atau Tokopedia, usahakan informasi item yang dijual sejelas mungkin disertai dengan foto produk dan harga (fix atau nego).
Semakin informatif item yang dijual akan semakin memudahkan buyer untuk menentukan pilihan. Jika jualan menggunakan sistem bidding (biasanya di facebook) jelaskan aturan main sejelas-jelasnya. Nilai minimal bid, waktu selesai dan cara pembayaran. Hati-hati dengan bidder fiktif yang hanya merusak acara lelang. Dan harus siap menerima resiko jika ternyata item yang dilelang terjual dibawah harga beli (rugi).
Jangan lupa informasikan cara pengiriman item ke buyer. Menggunakan kurir apa dan infokan nomor resinya. Saya merekomendasikan menginfokan nomor resi lewat PM atau SMS/BBM/WA dan sejenisnya untuk menghindari orang usil yang mencoba mengklaim jika dipublikasikan melalui wall di facebook atau thread forum. Berilah diskon khusus atau gratis ongkos kirim jika buyer membeli banyak (borongan) sehingga dia akan betah beli dilapak kita :D
5. Menjaga Reputasi
Menurut saya reputasi adalah segalanya bagi seorang seller, terlebih lagi seller on-line yang bisnisnya berdasarkan kepercayaan. Jangan pernah sekali pun membohongi pembeli/pelanggan/buyer, karena efeknya akan sangat bersar. Terlebih lagi jika kita berjualan di media sosial seperti Facebook.
Menurut saya reputasi adalah segalanya bagi seorang seller, terlebih lagi seller on-line yang bisnisnya berdasarkan kepercayaan. Jangan pernah sekali pun membohongi pembeli/pelanggan/buyer, karena efeknya akan sangat bersar. Terlebih lagi jika kita berjualan di media sosial seperti Facebook.
Katakanlah ada pembeli yang merasa dibohongi, jika beruntung pembelinya baik dan sabar, paling dia akan mengirimkan pesan privat (PM) bahwa dia kecewa dengan pelayanan si seller, tapi jika dia kesal maka tidak menutup kemungkinan akan marah dan menumpahkan kemarahannya di wall, forum atau grup.
Dan bisa ditebak, akan banyak sentimen negatif kepada lapak si seller. Berusahalah jujur dalam setiap transaksi, jika itemnya ada cacat sampaikanlah apa adanya supaya si buyer tidak merasa ditipu. Keinginan mayoritas buyer biasanya mendapatkan item dengan harga yang murah, pengiriman cepat serta aman dan seller yang informatif. Bersabarlah menghadapi sikap buyer meskipun kadang membuat sedikit kesal seperti menawar harga "sampai tiarap", membanding-bandingkan harga dengan seller lain, mengulur-ngulur waktu pembayaran dan sebagainya.
Saya pribadi memiliki pengalaman dimana ada buyer tiba-tiba membatalkan pesanan padahal item sudah siap kirim (di packing), lelang tidak jadi diambil, harga dibanding-bandingkan, dan sebagainya. Biasanya tipe buyer kritis yang harus mendapatkan perhatian dan kesabaran lebih, tapi percayalah jika tipe buyer ini bisa ditaklukkan mereka akan menjadi buyer yang loyal dan media promosi gratis hehehe.
Demikian beberapa kiat/tips yang dapat saya sampaikan. Masih banyak kiat-kiat berbisnis diecast yang mungkin luput saya tulis disini, dan akhir kata semoga informasi ini dapat memberikan manfaat bagi anda pembacanya. Terima kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar